Profil Sekolah Vokasi UMS


Pendidikan dan pelatihan di Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta dilaksanakan di kampus, belakang Balai desa Pabelan, Pabelan, Kartasura dimulai tahun ajaran 2012/2013 memiliki dua program pelatihan yaitu mekanik alat berat dan manufakturing yang setara dengan program satu tahun (D1) yang di beri nama Community College atau Akademi Komunitas. 
Sekolah vokasi UMS berdiri berdasar SK Rektor UMS no: 179/IV/2011 per tanggal 30 November 2011 tentang penunjukan Direktur Layanan Industri dan Pengembangan Pendidikan Vokasi dan membuka dua program studi yaitu mekanik alat berat dan manufaktur. Mekanik alat berat bekerjasama dengan UT School Jakarta dan manufaktur bekerjasama dengan Wosman Untag (Wokshop Manufaktur Universitas Tujuh Belas Agustus Surabaya). 
Pendidikan dan pelatihan di Sekolah Vokasi UMS bekerjasama dengan dunia usaha dunia industri sesuai bidangnya. Mahasiswa dididik teori di kelas, dan workshop selama 3 bulan dan dilanjutkan On The Job Training selama 6 bulan di dunia usaha dunia industri. Materi pendidikan dan latihan 30% teori dan 70% praktek, di dukung melalui konsep pembelajaran mastery learning, contextual teaching and learning, active learning dan pembelajaran learning is fun, learning by doing. 
Pembelajaran berazaskan PAIKEM GEMBROT dengan arti pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot. Pelaksanaan meliputi materi AMT (Achievement Motivation Training), Bintalsik (Bimbingan Mental dan Fisik), Workshop, materi In Class dan On The Job Training serta konsep Experience Based Learning, Recogition of Prior Learning.
Perkembangan yang cukup signifikan sesuai kebutuhan lulusan maka Sekolah Vokasi UMS tahun ajaran 2014/2015 membuka program baru yaitu: perbakan syariah dan animasi 3D. Tujuan program perbankan syariah selama 1 bulan teori dan 2 bulan magang di bank syariah dibawah Asbisind (Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia), memiliki peluang kerja lulusan dibidang syariah masih sangat dibutuhkan, Visi Universitas Muhammadiyah Surakarta sejalan untuk mendukung kegiatan yang berbasis syariah.
Adapun program animasi 3D dilaksanakan selama 3 bulan dan 6 bulan workshop, hal ini melihat peluang pasar menjamurnya perfilman dibidang animasi, berusaha membekali dan mencetak calon wirausaha muda dibidang animasi. Tahun 2015 Sekolah Vokasi baru melakukan kegiatan workshop untuk membuka program baru yaitu Kewirausahaan dalam bidang On Line Shop Marketing dan Operator Alat berat. On Line Shop marketing dilaksanakan pelatihannya nanti selama 1 bulan dan Operator dilaksanakan selama 3-6 bulan workshop dan On The Job Training untuk menjadi operator di bidang alat berat. 
Tujuan berdirinya Sekolah Vokasi UMS: (a)  calon lulusan “mandiri”, dalam arti memiliki mental yang kuat untuk melakukan usaha sendiri, tidak lebih sebagai pencari kerja (job seeker) akan tetapi sebagai pencipta lapangan pekerjaan (job creator), (b) lulusan dapat bekerja sesuai bidang dan keahliannya, (c) mengurangi pengangguran, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidupnya, (d) jika tidak mampu mandiri, lulusan sekolah vokasi diharapkan siap bekerja, cepat bekerja dan sesuai kebutuhan pasar kerja. 
Pendidikan vokasi pada prinsipnya berorientasi pada pekerjaan, artinya lulusan mampu bekerja, baik mandiri atau pada Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), peningkatan karir, dan memiliki keterampilan khusus. Pendidikan vokasi menganut sistem multi entry-multi exit system, dan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, budaya kerja, kepribadian, skill, knowledge, perilaku serta berbagai kecakapan hidup (life skill) yang sesuai tuntutan kebutuhan dunia kerja yang berakhlak karimah.